...SAMAKku Indah.....SAMAKku ANCHOORRRR..

...area di kaki perbukitan Samak, dilihat dari ketinggian Samak....


...SAMAKku Indah SAMAKku ANCHOORRRR…
(.....catatan perjalanan ke Belitung.....)


Ketika diriku berada di puncak ketinggian sebuah perbukitan kecil….
Pandanganku jauh dan lepas menatap cakrawala…
Keatas memandang langit biru bersih…..
Kebawah melihat rimbunan semak dan pepohonan hijau….
Kebawah dengan pandangan agak menjauh terlihat ombak berkejar-kejaran di sepanjang pantai….
Lebih jauh lagi tampak seolah-olah pulau-pulau kecil….
Pikiranku melayang……
Dan hanya satu kata yang terlintas dalam benakku….SubahanaAllah….
……………………………………………..
Tapi setelah melihat sekitar dimana diriku berpijak……
Kuperhatikan dengan seksama…….
Ternyata dalam benakku banyak hal yang terpikirkan….
Kucoba untuk melihat lagi, lagi dan lagi….
Berpikir lebih kuat lagi dan meyakinkan pikiranku salah atau benar…..
Ternyata penglihatan dan pikiranku tidak salah….
Dalam pikiranku memang bukan satu kata yang terlintas…..
Akan tetapi banyak kalimat yang terlintas…..
Banyak hal yang harus kupertanyakan…..
Yang akhirnya membuat diriku miris…
Kucoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut…
Tetapi diriku tidak mampu untuk menjawabnya…
Hanya beberapa yang bisa kujawab, tetapi lebih banyak lagi yang tidak terjawab……
Tapi satu pertanyaan yang diriku yakin jawabannya adalah benar yaitu….


Nama perbukitan kecil itu adalah Samak…..


Sementara pertanyaan-pertanyaan lain tidak mampu kujawab…..
Dan semakin membuat diriku penasaran….
Beberapa pertanyaan yang tidak bisa diriku jawab adalah….

  1. Apakah "potensi" seperti Samak akan terabaikan?
  2. Apakah jaman dulu waktu pertama kali ditemukan hanya untuk "disia-siakan?"
  3. Dari beberapa fasilitas tersisa, pada masa lalu kawasan memang sengaja "direncanakan", tapi saat ini kok jadi "berantakan" dan "semrawut?"
  4. Apakah dulu si empu sebelumnya tidak menitipkan suatu "pesan" pada Empu yang sekarang kalau Kawasan Samak harus pertahankan dan dikembangkan?...."pengelolaan"...
  5. Apakah "pohon-pohon besar" yang ada jumlahnya akan "berkurang" dan "habis" karena dimakan usia?
  6. Atau apakah pohon-pohon itu secara sengaja "ditebang" dengan dalih membahayakan?
  7. Apakah pohon-pohon besar yang ada hanya dijadikan bahan pembicaraan, kalau pohon-pohon besar itu adalah "tempat angker?"
  8. Apakah beberapa "bangunan tua" yang tersisa bisa dijadikan "peninggalan bersejarah?"
  9. Apakah mungkin Kawasan Samak dapat dijadikan sebuah "kawasan cagar budaya" sebagai "kawasan tua?"
  10. Apakah Kawasan seperti Samak tidak mampu menjadi salah satu "daya tarik pariwisata?"
  11. Apakah Kawasan Samak dengan potensinya tidak mampu menarik "investor?"
  12. Apakah mungkin Kawasan Samak dapat dijadikan sebuah "resort"?
  13. Apakah dengan adanya beberapa bangunan dan fasilitas baru itu sebuah "pengembangan?"
  14. Kalau hal itu merupakan sebuah pengembangan, tapi kok tata letak bangunan dan fasilitas-fasilitas baru berantakan dan terkesan "asal dikembangkan" dan "dipaksakan?"
  15. Apakah pembagian zona("zonasi") pada pengembangan baru itu adalah merupakan pembagian zona mengikuti budaya lama, "budaya tradisonal masyarakat Belitung" atau "budaya Eropa(Belanda)?"..... (pembagian zona di Sunda dikenal dengan istilah "papat kalima pancer", Madura dengan "Taneyan Lanjeng"-nya dansebagainya)
  16. Apakah "ornamen-ornamen" yang terpasang pada fasiltas baru adalah budaya Belitung, tapi kok "terkesan budaya asing?" (Budaya Belanda juga bukan)
  17. Apakah pemilihan warna pada fasilitas-fasiltas baru juga termasuk budaya Belitung? Karena yang terlihat secara visual terkesan "norak" dan "kampungan!!!!!"
  18. Apakah Kawasan Samak hanya sekedar "kebun-kebunan binatang?"
  19. Apakah "akses" ke kawasan sudah mumpuni?
  20. Apakah penerangan menuju Kawasan Samak sudah cukup? Penerangan sangat kurang!!!
  21. Apakah Samak terlupakan dalam penyusunan "Perencanaan Induk Daerah (Master Plan)" sebagai suatu "kawasan potensi?"
  22. Apakah Kawasan Samak sudah termasuk dalam "Perencanaan?"... (Adanya beberapa fasilitas baru)
  23. Apakah ini yang disebut "PERENCANAAN?!?!?!?!"


Dan masih "segudang" pertanyaan yang tidak bisa kupaparkan karena terlampau banyaknya!!!!!!


2009-03-13 : 07:15

Pemilu 2009, Besar, dan atau Hijau

Pemilu 2009, Besar, dan atau Hijau

Eittsss…maaf nih…kata Hijau diatas ga ada kaitan dan hubungannya dengan salah satu Parpol atau peserta yang berbasis hijau, berlogo hijau, bernuansa hijau atau apapun yang dengan pernak-pernik hijau dan segala atribut yang berwarna hijau. Kata Hijau bersifat global untuk semua hal, untuk siapapun yang terlibat dengan kegiatan hajatan nasional yang super super Besar. Kenapa dikatakan Besar, karena siapapun udah pada tau dan ngerti, apapun yang ada hubungannya dengan Pemilu selalu identik dengan kata Besar, dana besar, melibatkan jumlah orang dalam jumlah besar, baik penyelenggara maupun peserta Pemilu itu sendiri, kepentingan besar. Dan yang lebih penting dari semua kata Besar tersebut adalah apa yang akan dihasilkan merupakan suatu keputusan besar demi kelanjutan hidup Bangsa dan Negara kita tercinta (maaf nih bukan sok idealis…). Pemilu 2009 InsyaAllah akan menghasilkan para Anak Bangsa sebagai Wakil-wakil dan Pemimpin kita, yang akan menentukan langkah baik dan buruknya INDONESIA di masa depan.

Kembali ke kata Hijau (bukannya sok-sok an jadi pengamat nih), hijau disini lebih mengarah pada Hijau yang berhubungan dengan Lingkungan. Berdasarkan survey-survey-an dan pengamatan kondisi di lapangan kayaknya nih jarang para calon-calon legislative kita yang menyinggung kata hijau dan lingkungan. Padahal dengan waktu bersamaan, kita dihadapkan dengan kondisi alam yang kurang bersahabat. Di beberapa tempat terjadi Banjir, apakah karena hujan dengan intensitas tinggi atau karena luapan beberapa sungai yang berakibat pada banjir. Padahal menurut teori-teori yang pernah gw tau, gw denger dan gw baca katanya semua diakibatkan karena lingkungan yang sudah tidak stabil dan kehilangan keseimbangannya. Siklus lingkungan tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Dan semuanya itu akhirnya masyarakat yang terkena dampaknya.

Belum lagi, baru-baru ini kita kejangkitan latah dengan kalimat global warming. Semua bicara, semua teriak apa itu global warming. Tetapi setelah sekian waktu, kalimat global warming kayaknya semakin hari semakin tidak populer lagi. Apalagi sekarang semuanya berkonsentrasi dengan apa yang bernama Pemilu. Semua sibuk untuk mempersiapkan Pemilu tersebut, baik untuk diri sendiri atau yang mengatasnamakan kepentingan hajat hidup orang banyak, yang ujung-ujungnya mungkin lupa apa yang sebelumnya semua pada latah dengan kalimat global warming.

Nah..oleh karena itu bagi para calon-calon kita, maaf nih agak lancang, mungkin ada baiknya kata hijau dan lingkungan juga dapat porsi yang layak dalam kampanye, promosi dan program-program rencana yang akan dibawa nantinya kalau jadi wakil-wakil kita..InsyaAllah. Karena apapun nanti hasilnya, janji-janji yang katanya semua buat masyarakat, janji-janji yang sudah umum kita dengar selama ini, mungkin jadi kurang berarti bahkan sia-sia. Apalah artinya janji-janji tersebut terlaksana dan terbukti, akan tetapi terjadi musibah yang katanya lagi-lagi karena factor kerusakan lingkungan.

Sekali lagi minta maaf ni, kalau paparan diatas mungkin dianggap ngaco’, karena ide ini gw dapat pas bangun tidur…..ya mungkin istilah kerennya insiprasi bangun tidur…….

Meminjam kalimat dari seorang sorang sahabat nun jauh disana, beliau berucap…Kecil Itu Indah….mungkin gw plesetin mungkin….Besar akan jauh lebih indah…apabila para calon-calon kita menyinggung kata-kata Hijau…..